Manado – Varian baru virus Covid 19 muncul kembali. Hal ini berdasarkan release organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dimana varian baru itu bernama Deltacron.
Dilansir Times of India, deltacron merupakan kombinasi dari varian delta dan omicron dan terdeteksi di beberapa negara Eropa yakni Prancis, Belanda, dan Denmark.
Menanggapi isu ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan varian Deltacron yang ditemukan WHO tidak terdeteksi di Indonesia. Kasus baru varian ini belum ditemukan di Indonesia.
“Kemudian mengenai Deltacron dari data yang ada saat ini belum dilaporkan,” ujar dr Siti Nadia dalam webinar Trijaya FM, Sabtu (12/03/2022).
- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
Pemetintah Kota Manado langsung meresponi kasus ini. Walikota Manado Andrei Angouw meminta masyarakat agar tetap tenang, jangan menanggapi secara berlebihan sehingga bisa menimbulkan ketakutan dan kepanikan yang mengakibatkan imun/ kekebalan dalam tubuh bisa menurun.
“Program dan capaian vaksinasi menjadi hal penting dalam mengendalikan covid-19. Bukan hanya vaksin primer lengkap (dosis 1 dan 2), tetapi juga vaksin booster (dosis 3) menjadi penting jika ingin menyudahi pandemi covid-19. Maka saya minta masyarakat agar harus tuntas dalam vaksinasi, harus tiga kali,” pinta Walikota pilihan rakyat Manado ini kepada awak media, Minggu (13/03/2022).
Kewaspadaan sangat penting di masyarakat, kata Walikota, untuk itu jangan lupakan Protokol Kesehatan dalam setiap beraktifitas. ” pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan jangan berkerumun,” harap Walikota Andrei Angouw. (Mal)





