Morut-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat Kabupaten Morowali Utara (Morut), merupakan daerah pertama di Sulteng yang mendaftaran seluruh desa, dan mengikut sertakan semua aparatnya sebagai peserta program JKM.
“Luar biasa, kepedulian Bapak Bupati dan Wabup Morut, terhadap aparat desa yang kini semuanya sudah menjadi peserta JKM BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Morut, Zadly kepada media ini di Kolonodale, Kamis.(25/05/2023) siang.
Sebelumnya, Asisten III Setda Morut, Atra Tamehi atas nama Bupati Morut meluncurkan inovasi Pemda-BPJS soal jaminan kesehatan online serta sosialisasi dan rekonsiliasi data peserta BPJS Aparat desa.
Menurut Zadly, para Kades dan aparaturnya yang sebelumnya mengikuti program JKM lewat jalur mandiri, kini dialihkan kepesertaannya ke dalam program Pemda, dan digabungkan dengan peserta-peserta baru.
- Hadiri Upacara Bendera di Istana Negara, Ini Harapan Dan Doa Gidion Longkutoy Di HUT RI Ke 81
- Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Gubernur Yulius : Kemerdekaan Harus Diisi Dengan Kerja Nyata
- Walikota Hengky Honandar Bertindak Irup Peringatan HUT RI di Kota Bitung, Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi, Formasi 81 Jadi Perhatian
Iuran BPJS kelas III untuk perangkat desa ini, dibayarkan dari dana Pemda Morut sebesar empat persen dan peserta satu persen.
Para Kades yang baru mengikuti program ini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program JKM bagi aparat desa, karena hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kinerja aparatur di desa.
Pada program BPJS Kesehatan ini, Morut juga tercatat sebagai daerah yang seluruh warganya sudah menjadi peserta JKM dengan presentase 100 persen lebih atau sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC). (Rls/NAL)






