Redaksi – Waktu bergulir begitu cepatnya, tanpa terasa bangsa kita tercinta Indonesia sudah mengenyam kemerdekaan selama 76 tahun.
Hari ini kita kembali beroleh kesempatan memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76. Merdeka berarti terlepas dari belenggu, tekanan atau penjajahan bangsa lain, sehingga kita bebas menentukan masa depan kita sendiri.
Dalam hidup kekristenan, kemerdekaan memiliki arti dimerdekakan dari penjajahan dosa. Kita tidak lagi berada di bawah kuasa dosa yang membawa kepada penghukuman kekal, melainkan kita mengalami kehidupan baru yaitu hidup berkemenangan karena Kristus telah memerdekakan kita dari dosa.
Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebab kita memperingatinya saat bangsa kita dalam keadaan berduka karena ujian berat datang mendera: ekonomi, bencana alam, mewabahnya virus Corona atau Covid-19 yang benar-benar memorak-porandakan perekonomian, ditambah lagi ancaman disintegritas bangsa, seperti maraknya ujaran kebencian terhadap pemimpin bangsa, yang bila tidak segera diatasi dapat mengancam keutuhan NKRI.
- Diawali Jalan Sehat, Walikota Bitung Buka Rangkain Kegiatan HUT RI Ke 81
- Terima Kunker Tim Perwakilan Ombudsman RI Sulteng, Zaldi Amir Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Akuntabel Bebas Mal Administrasi
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Inilah momen yang tepat untuk bangkit dan bersatu untuk Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, wajib kita berdoa bagi bangsa agar Tuhan pulihkan.
Mari tinggalkan ego demi kesatuan bangsa! ‘Kesatuan’ bukan berarti seragam; kesatuan itu saling menghargai dan melengkapi di tengah perbedaan yang ada, sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Hidup dalam kesatuan adalah kehendak Tuhan! Jadi Tuhan tidak menghendaki perselisihan atau perpecahan, bahkan Ia menyediakan berkat bagi umat yang hidup dalam kesatuan.
Penulis :Johnny Inkiriwang






