Kudus – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid, menghadiri Haul ke-67 K.H. Raden Asnawi, di Kudus, belum lama ini.
Sebagai alumni Qudsiyyah, Nusron Wahid, menyoroti perjuangan dan dedikasi K.H. Raden Asnawi sebagai ulama yang tidak hanya berkontribusi di bidang keilmuan agama, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan dan pengabdian kepada umat.
“Mbah Kyai Raden Asnawi juga mengajarkan kepada murid-muridnya, untuk senantiasa komitmen dan berjuang lewat medan apa pun, salah satunya lewat medan pendidikan, organisasi, politik, dan ekonomi,”ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, K.H. Raden Asnawi adalah ulama yang gigih memperjuangkan keadilan, terutama melawan diskriminasi yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda.
- Sah! DPRD Sulut Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- Widyawati : Kader PKK Tidak Hanya Berperan Dalam Pembinaan Keluarga, Tetapi Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat
- PLN UP3 Luwuk Perkuat Ekosistem Green Energy Melalui Program TJSL, Bekali Siswa SMKN 2 Luwuk Kompetensi Konversi Kendaraan Listrik
“Beliau tidak hanya ibadah mengabdi sama Allah, tapi menghabiskan hidupnya untuk kepentingan umat. Kalau dalam bahasa sekarang adalah aktivis, kaum penggerak,” tuturnya.
Senada dengan pernyataan Menteri Nusron, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin juga sepakat bahwa K.H. Raden Asnawi semasa hidupnya tak hanya menjadi ulama yang mengajarkan ilmu agama.
“Beliau juga berperan memperbaiki kehidupan masyarakat pada masa itu,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Gus Taj Yasin Maimoen bahkan menyebut bahwa K.H. Raden Asnawi sudah berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
“Kita ketahui Dakwah beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga mempertahankan negara kita, ” ungkapnya. (Hms ATR BPN/NAL)








