Bitung, Redaksisulut – Wali Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri, MM membuka Operasi Pasar Minyak Goreng untuk Masyarakat, Usaha Mikro dan Usaha Kecil di Tribun Kantor Wali Kota Bitung.
Dalam kesempatan, Maurits menyampaikan bahwa Operasi Pasar ini dilakukan untuk menjaga inflasi Daerah kerena fakta dilapangan, minyak goreng ini termasuk cukup tinggi.
“Dalam arahan Bapak Presiden yang disampaikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri menyampaikan agar kepala Daerah mampu mengendalikan harga sembako dan Barito di lapangan. Karena itu kami menyampaikan kepada Dinas Perdagangan dan Perumda Pasar agar dapat dipersiapkan desain menyangkut operasi pasar tersebut”. Kata Wali Kota Bitung. Jumat, (3/2/2023).
Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini Pemerintah telah melakukan himbauan lewat APPSI agar dapat mensosialisasikan kepada para pedagang sembako di pasar agar tidak menaikan harga kebutuhan pokok.
- Gubernur Yulius Instruksikan Jajaran Perkuat Antisipasi El Nino, Katahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi
- Cegah Karhutla Meluas, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Gubernur Yulius Paparkan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus Pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
“Kami juga menyampaikan kepada para pedagang sembako, agar harga minyak goreng tidak dinaikkan. Kalau mereka menaikkan harga, minta maaf kami akan intervensi dengan menjual minyak goreng ke pasar langsung dengan harga yang lebih murah”. Tambahnya.
Usai kegiatan Wali Kota Bitung langsung melakukan pengecekan penyaluran minyak goreng kepada Masyarakat, Usaha Kecil dan Usaha Mikro.
Dalam Operasi Pasar diikuti oleh 3 perusahaan Minyak goreng diantaranya PT Multi Nabati Sulawesi, PT Salim ivomas Pratama,Tbk dan PT Agro Makmur Raya.
Sementara itu untuk daftar Harga Minyak Goreng yang di jual, antara lain ; Wilmar ( Minyak Curah ) Rp. 12.500/Liter dan Rp. 14.000/Kg ; Bimoli ( Minyak kemasan ) Rp. 14.000/Liter ; AMR ( Minyak Kemasan ) Rp. 13.000/Liter dengan persyaratan wajib membawa KTP dan Membawa Galon/Wadah. (*/Wesly)







