Bitung, Redaksisulut – Wali Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri, MM membuka Operasi Pasar Minyak Goreng untuk Masyarakat, Usaha Mikro dan Usaha Kecil di Tribun Kantor Wali Kota Bitung.
Dalam kesempatan, Maurits menyampaikan bahwa Operasi Pasar ini dilakukan untuk menjaga inflasi Daerah kerena fakta dilapangan, minyak goreng ini termasuk cukup tinggi.
“Dalam arahan Bapak Presiden yang disampaikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri menyampaikan agar kepala Daerah mampu mengendalikan harga sembako dan Barito di lapangan. Karena itu kami menyampaikan kepada Dinas Perdagangan dan Perumda Pasar agar dapat dipersiapkan desain menyangkut operasi pasar tersebut”. Kata Wali Kota Bitung. Jumat, (3/2/2023).
Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini Pemerintah telah melakukan himbauan lewat APPSI agar dapat mensosialisasikan kepada para pedagang sembako di pasar agar tidak menaikan harga kebutuhan pokok.
- Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon
- Sinergi PT SJA 2 Dan Dinas Kehutanan Perkuat Masyarakat Cegah Karhutla
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
“Kami juga menyampaikan kepada para pedagang sembako, agar harga minyak goreng tidak dinaikkan. Kalau mereka menaikkan harga, minta maaf kami akan intervensi dengan menjual minyak goreng ke pasar langsung dengan harga yang lebih murah”. Tambahnya.
Usai kegiatan Wali Kota Bitung langsung melakukan pengecekan penyaluran minyak goreng kepada Masyarakat, Usaha Kecil dan Usaha Mikro.
Dalam Operasi Pasar diikuti oleh 3 perusahaan Minyak goreng diantaranya PT Multi Nabati Sulawesi, PT Salim ivomas Pratama,Tbk dan PT Agro Makmur Raya.
Sementara itu untuk daftar Harga Minyak Goreng yang di jual, antara lain ; Wilmar ( Minyak Curah ) Rp. 12.500/Liter dan Rp. 14.000/Kg ; Bimoli ( Minyak kemasan ) Rp. 14.000/Liter ; AMR ( Minyak Kemasan ) Rp. 13.000/Liter dengan persyaratan wajib membawa KTP dan Membawa Galon/Wadah. (*/Wesly)








