Morut-Laju pertumbuhan ekonomi sebesar 23,04 persen pada tahun 2023 menempatkan Kabupaten Morowali Utara (Morut), sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam lingkup Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), serta jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Nasional yang capaiannya hanya sebesar 5,1 persen.
Hal tersebut, ditegaskan Bupati Morut, dalam sambutan tertulisnya di bacakan Kadis PUPR Morut, Destuber Mato’ori ST MSc, saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah dalam rangka Penyusunan Rencana Pemerintah Daerah Tahun 2026 (Musrembang RKPD) tingkat Kecamatan Lembo Raya tahun 2025, di Balai Desa Tepoasoa Ronta, Rabu (26/02/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Morut Dapil III, Alidin Hadade, sejumlah Pimpinan OPD dijajaran Pemda Morut, Camat Lembo Raya, Ansar SSos, perwakilan Polsek Lembo, Kepala Desa se Lembo Raya, perwakilan tokoh pendidik, Masyarakat, Perempuan, dan Pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Ia menegaskan, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku naik secara signifikan dengan capaian tertinggi pada 2023 sebesar Rp. 209,71 juta meningkat dari 2021 di atas PDRB perkapita Provinsi maupun Nasional. Meskipun demikian, tidak selamanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta merta akan di ikuti oleh penurunan angka kemiskinan secara signifikan.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Angka kemiskinan di Morut meskipun cenderung mengalami penurunan sampai dengan 2023 yakni sebesar 12,85 persen dibandingkan 2022 sebesar 12,58 persen, tetapi masih mengindikasikan tingginya kemiskinan di Morut. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian serius Pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menuntaskan persoalan kemiskinan di bumi tepo aroa tercinta.
Ia mengatakan, rasio Gini sebagai ukuran ketimpangan wilayah cenderung mengalami perbaikan yaitu 0,284 pada 2023 turun 0,017 di bandingkan pada 2021 yakni 0,301. Hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan Provinsi 0,304 dan Nasional 0,388. IPM juga terus mengalami peningkatan sebesar 0,72 poin menjadi 70,74 persen pada 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya 70,02 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga terus mengalami perbaikan dengan angka capaian yang lebih baik dibandingkan Provinsi dan Nasional, yakni sebesar 2,23 pada 2023.
“Keberhasilan-keberhasilan tersebut tentunya merupakan dampak dari membaiknya pembangunan di tingkat Kecamatan delama ini. Hal – hal inilah diantaranya yang menjadi tolak ukur dalam penyusunan RKPD 2026, ” katanya. (NAL)








