SITARO-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mencatatkan capaian penting di bawah kepemimpinan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas. Setelah kurang dari sepuluh bulan menjalankan roda pemerintahan, impian masyarakat Pulau Buhias untuk menikmati layanan listrik selama 24 jam akhirnya terwujud.
Peresmian layanan listrik penuh tersebut dilakukan pada Selasa (25/02/2025), menandai berakhirnya keterbatasan pasokan listrik yang selama ini dirasakan warga di wilayah kepulauan tersebut.
Terwujudnya layanan listrik 1 x 24 jam di Pulau Buhias dinilai sebagai langkah besar dalam pemerataan pembangunan. Pasalnya, pulau tersebut sebelumnya belum masuk dalam prioritas penerima layanan listrik penuh. Namun melalui upaya dan koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN, kebutuhan dasar masyarakat akhirnya dapat dipenuhi.
Bupati Chyntia Kalangit diketahui aktif membangun komunikasi dengan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, serta berbagai pihak terkait untuk memperjuangkan realisasi program tersebut.
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
- Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf Dan Bantuan MUI, Untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang
Peluncuran layanan listrik 24 jam dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara didampingi Bupati Kepulauan Sitaro. Momentum bersejarah itu disambut antusias oleh masyarakat Pulau Buhias. Adapun layanan tersebut kini menjangkau dua kampung, yakni Kampung Buhias dan Kampung Matole.
Keberhasilan ini melanjutkan komitmen pemerintahan Chika–Hero dalam menghadirkan akses listrik yang merata di wilayah kepulauan. Sebelumnya, masyarakat Pulau Pahepa Tapile juga telah lebih dahulu menikmati layanan listrik tanpa batas waktu.
Bagi warga Pulau Buhias, hadirnya listrik 24 jam bukan sekadar tambahan jam penerangan, melainkan simbol perubahan yang telah lama dinantikan.
“Delapan puluh tahun Indonesia merdeka dan delapan belas tahun daerah ini menjadi daerah otonom, hari ini Pulau Buhias benar-benar merdeka dari gelap gulita,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat dengan penuh haru.
Kehadiran listrik sepanjang hari diyakini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat. Aktivitas belajar anak-anak dapat berlangsung lebih optimal, pelayanan kesehatan semakin terbantu, sementara pelaku usaha dan nelayan memperoleh peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas.
Para nelayan, misalnya, kini dapat menyimpan hasil tangkapan dengan lebih baik sebelum dipasarkan, sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap layanan dasar merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi pintu masuk bagi kemajuan. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar dan terpencil juga merasakan keadilan pembangunan,” tegas Bupati Chyntia.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya layanan listrik 24 jam di Pulau Buhias.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara dan PT PLN atas komitmen serta kerja sama yang telah terjalin. Semoga kehadiran listrik 24 jam ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta membuka peluang yang lebih baik bagi generasi muda di Pulau Buhias,” pungkasnya. (*Ighel)







