Kolonodale – Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan Dialog Kebijakan, tentang Perlindungan dan Keamanan Perempuan di Lingkar Perkebunan Sawit dan Pertambangan di Kabupaten Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di aula Bappelitbangda Morut, Jumat (09/10/2026).
Hadir dalam dialog tersebut, Anggota Komisi 1 sekaligus Bapenperda DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, salah satu pendiri KPPA Sulteng, Adriani, Tim KKPA Sulteng, perwakilan Dinkesda Morut, perwakilan Disdik Morut, Perwakilan Kabag Hukum Pemda Morut, Beni Lemba Padjula, Kades Molino, sejumlah Komunitas Perempuan di Petasia Timur, bidan Desa Bunta, serta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, salah satu pendiri KPPA Sulteng, Adriani, menegaskan, komitmen mereka untuk memperjuangkan konsep berpikirnya, terkait perlindungan dan keamanan perempuan di lingkar perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, agar dapat menjadi salah satu prodak Peraturan Daerah (Perda) yang memberikan kekuatan hukum bagi kaum perempuan.
” Adanya kasus- kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dilingkar perkebunan sawit dan pertambangan, menggugah hati kami untuk memperjuangkan nasib para perempuan, dengan upaya mendorong kepada para pengambil kebijakan di daerah ini, baik Pemda maupun DPRD agar bisa menetapkan prodak Perda yang jelas, terkait perlindungan bagi kaum perempuan tersebut, ” tegas Adriani.
Sementara itu, Anggota Komisi 1 sekaligus Bapenperda DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, sangat merespon positif, konsep berpikir yang sudah diutarakan oleh KPPA Sulteng, berkaitan dengan perlindungan dan keamanan perempuan di lingkar perkebunan kelapa sawit dan pertambangan.
“Banyaknya pengaduan dan kasus terhadap perempuan di tahun 2026 ini. Menjadikan prioritas utama kami, untuk kemudian mendorong konsep berpikir ini di bahas di Bapenperda 2027. Untuk itu, kami berharap kolaborasi dengan teman- teman KPPA Sulteng, sehingga prodak hukum Perda yang dilahirkan nantinya, benar- benar memberikan perlindungan yang hakiki kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, ” tukas Politisi muda Partai Gerindra Morut itu. (NAL)







