Yogyakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gelar puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, bertema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi” di Bangsal Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (9/12).
Kegiatan ini, menjadi momentum penguatan simpul sinergi upaya pemberantasan korupsi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat luas.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyampaikan HAKORDIA menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi merupakan kerja berkelanjutan. Tidak sekadar seremoni, tapi bersama-sama menumbuhkan nilai integritas, kedisiplinan, dan bentuk sinergi lintas sektor.
“Acara ini adalah forum nasional, guna memperkuat integritas tata kelola, menyatukan komitmen, serta meluncurkan program strategis pencegahan dan pemberantasan korupsi, yang menjangkau pusat hingga daerah birokrasi hingga masyarakat,” jelas Setyo.
- Diversi Buntu, Kasus Penganiayaan Anak di Gorontalo Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Peringati HUT Provinsi Sulut ke-62, Pemerintah dan Masyarakat Bolmong Gelar Penanaman 500 Bibit Mangrove
- Putra Moiki Korowou 1 Raih Juara di Turnamen Sepak Bola HUT RI Ke – 81 Tingkat Kecamatan Lembo, Tumbangkan Kompas Korempeli Lewat Drama Adu Pinalty 5 – 3
Puncak HAKORDIA 2025 di Yogyakarta, diisi berbagai kegiatan edukatif dan kampanye publik, seperti pameran program antikorupsi, dialog integritas, pelayanan masyarakat, hingga pertunjukan budaya yang melibatkan komunitas lokal. Selain itu, KPK meluncurkan Indeks Integritas Nasional pada Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025, yang mencapai skor 72,32—naik 0,79 poin dibandingkan tahun 2024.
Guna mendorong partisipasi aktif masyarakat, KPK turut meluncurkan pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Penyuluh Antikorupsi (PAKSI), bertepatan dengan puncak HAKORDIA. Dengan SKKNI, PAKSI terus didorong menguatkan literasi digital, memanfaatkan teknologi komunikasi, serta berkolaborasi memberdayakan masyarakat.
Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan masyarakat Yogyakarta menjadi saksi penting, gerakan antikorupsi harus terus diperluas dan bermanfaat bagi publik.
“Ini merupakan kebanggaan masyarakat Yogyakarta. Kehadiran lintas pemerintah di Yogyakarta, memperkuat pesan moral dalam tonggak penegakan integritas masyarakat,” ujarnya. (*/nav)







