Morut-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali mentransfer dana bantuan beasiswa untuk semester genap ini, sebesar Rp 2.754 Milyar.
Dana sebesar tersebut, dikirim langsung ke rekening sebanyak 1.836 mahasiswa Morut yang saat ini kuliah di berbagai Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Indonesia.
“Sudah ditransfer melalui Bank Sulteng Cabang Kolonodale ke masing-masing penerima. Beasiswa ini diberikan kepada semua mahasiswa Morut yang memenuhi syarat,” jelas Sekretaris Disdikbud Morut, Bernoulli Tanari, SPd, MPd, di kantornya, Selasa (01/08/2023).
Didampingi Kabid Dikdas Disdikbud Morut, Moh Fadly Abd Pattah SPd, selanjutnya Bernoulli, kembali mengatakan, pemberian beasiswa ini merupakan tahun ketiga sebagai bentuk komitmen penuh Pemda Morut, dalam mewujudkan Morut, yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS), khususnya di sektor pendidikan.
- Diawali Jalan Sehat, Walikota Bitung Buka Rangkain Kegiatan HUT RI Ke 81
- Terima Kunker Tim Perwakilan Ombudsman RI Sulteng, Zaldi Amir Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Akuntabel Bebas Mal Administrasi
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Setiap mahasiswa mendapatkan bantuan sejumlah Rp 1,5 juta. Bantuan ini diberikan setelah melalui verifikasi yang sudah ditetapkan sejak program ini digulirkan di 2021 sebelumnya.
Seperti disampaikan Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, dalam berbagai kesempatan, program bantuan beasiswa tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa Morut, dalam proses perkuliahan.
Jika di tempat lain, bantuan beasiswa biasanya hanya diberikan untuk mahasiswa berprestasi dan yang tergolong miskin, maka di Morut bantuan itu diberikan kepada semua mahasiswa tanpa terkecuali, yang penting merupakan warga Morut.
Berdasarkan ketentuan, bantuan beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa D1 maksimal selama satu tahun (dua semester), D2 selama 2 tahun, D3 selama 3 tahun, D4/S1 selama 5 tahun, S2 selama 2 tahun, serta S3 selama 3 tahun.
Sementara itu, Moh Fadly mengungkapkan, bantuan beasiswa ini cukup membantu para mahasiswa. Ungkapan rasa syukur dan pernyataan terima kasih itu selalu muncul baik dari mahasiswa sendiri maupun dari orang tua mereka.
“Dalam setiap pertemuan atau kunjungan di desa-desa, ungkapan terima kasih atas pemberian beasiswa ini selalu muncul ditengah – tengah masyarakat,” ujarnya.
Dari sekian banyak ungkapan terima kasih yang disampaikan ke Pemda Morut, di antaranya datang dari Evangelista Lagombi, mahasiswa UKSW Salatiga.
“Ucapan terima kasih kepada Pemda Morut yang telah mencairkan beasiswa gratis, buat mahasiswa terutama dapat membantu kami dalam pembayaran uang kuliah,” ungkapnya. (Hms/NAL)






