Bone Bolango-Polemik pengadaan 1.000 ekor sapi di Kabupaten Bone Bolango kian memanas. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone Bolango mencium adanya indikasi keterlibatan praktik mafia dalam proyek pengadaan ternak yang hingga kini masih tertahan di Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan dalih urusan dokumen administrasi.
Ketua Umum HMI Cabang Bone Bolango, Rolan Abdullah, menilai alasan klasik terkait keterlambatan dokumen administrasi sangat tidak masuk akal dan justru memperkuat kecurigaan adanya permainan terselubung antara pihak ketiga atau vendor dengan oknum pejabat di internal Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
”Kami menduga ada permainan mafia di balik proyek pengadaan 1.000 sapi ini. Bagaimana mungkin sapi sudah dikirim dan dibayar, tetapi dokumennya masih misterius dan berlarut-larut? Ini bukan sekadar lambat bekerja, tapi patut dicurigai ada upaya ‘main mata’ untuk meraup keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat,” ujar Rolan pada awak media , Jum’at (14/8/2026).
Rolan menegaskan, alasan birokrasi yang berbelit-belit tidak boleh terus-menerus dijadikan tameng untuk menutupi potensi kerugian negara. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan mengaudit aliran anggaran APBD yang terserap dalam proyek tersebut.
- Berkontribusi Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM
- Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
- Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari
”Kami minta Bupati Bone Bolango segera bertindak tegas mengevaluasi total Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan transparan terkait vendor dan dokumen pengadaan ini, HMI siap melaporkan dan membawa dugaan mafia proyek ini ke jalur hukum,” pungkasnya.(**IR)








