oleh

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo Apresiasi Peringatan HARGANAS di Sulut

Minsel-Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Sukses menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 Tahun 2023, Tingkat Provinsi Sulut di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Kesuksesan peringatan Harganas Provinsi Sulut di Minsel yang mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”, di iringi dengan kerja keras pemerintah dan berbagai pihak dalam upaya melakukan percepatan penurunan stunting.

Komitmen Pemerintah Daerah dan BKKBN Perwakilan Provinsi Sulut dalam Penanganan Stunting, serta Peningkatan Kesejahteraan Keluarga, mendapat apresiasi dari Kepala BKKBN RI Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K).

Apalagi, pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen tahun 2024, di mana pada 2019 masih berpaut pada angka 27,6 persen dan di tahun 2023 turun menjadi 21,6  persen.

Dalam sambutannya Kepala BKKBN RI Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K).mengatakan Stunting itu pasti pendek. Tetapi pendek belum tentu stunting. “Saya lihat dari anak-anak yang tarian Maengket tadi, masih SMP tetapi tidak stunting. Slamat untuk pak Franky Bupati Minsel teman saya. Karena Minsel babas Stunting. Tadi saya sangat senang sekali bisa disambut dengan tarian kabasaran Minahasa dan Tarian Maengket yang terpadu suaranya, suara 1,2 dan 3 menjadi paduan suara” ucap Wardoyo.

Baginya, kunci untuk keluar dari stunting adalah wajib mengkonsumsi/makan protein hewani. Karena penyebab utama stunting karena protein hewani, imunisasi, lingkungan, tidak sabar untuk mengasuh anak yang mengakibatkan stress.

Selain itu, Mantan Bupati Kulon Progo ini mengaku bahwa dirinya mengemban amanah dari Presiden Jokowi, dimana kita sekarang masuk era Bonus Demografi, jadi muda-muda di Minsel dan Sulut banyak sekali. Yang sudah lansia makin sedikit. Yang muda-muda khusus perempuan mulai makin teratur dalam program keluarga Berencana (KB). Saya lihat KB sudah sukses karena rata-rata 2,1.

“Yang paling penting adalah menjarangkan kelahiran anaknya antara 2-3 tahun jangan setiap tahun 1 anak, agar angka harapan hidup laki-laki bisa Panjang. Tapi hingga tahun ini, angka harapan hidup laki-laki lebih pendek dibanding Perempuan. Mengapa angka harapan hidup Perempuan yang lebih panjang daripada laki-laki. Ini terjadi karena laki-laki harus banting-tulang untuk menafkahi keluarga.”Jelas Wardoyo.

“Mari jadikan Keluarga Kita Keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia, dan mari bahu membahu membangun Keluarga sejahtera,Dan mari kita Menjaga kebersihan lingkungan dan menata sanitasi”. Tambah Wardoyo.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju berharap Kegiatan yang bertemakan Keluarga bebas Stunting untuk Indonesia maju ini dapat memberikan daya Ungkit dalam pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Ditempat yang sama, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH,memberikan ucapan terima kasih, karena telah mempercayakan pada Minahasa Selatan untuk menjadi tuan rumah.

Diketahui, kegiatan yang berlangsung di Ruang terbuka hijau/Publik Amurang ini,Minggu (27/08/2023) menggelar berbagai macam giat yakni Gelar Dagang Produk dari Kelompok UPPKA, Dapur sehat atasi Stunting (DAHSAT) serta pagelaran Seni Budaya dari 15 Kab/Kota se- Sulut, disamping Pelayanan Kesehatan/KB.

Hadir mewakili Gubernur Sulut Kadisdukcapil Sulut Christodharma Sondakh, Eni Gustina, MPH Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI, Bupati, Wabup dan Walikota, Wawali se Provinsi Sulut dan para undangan. (*J.Mo)