Bukittinggi – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, berkomitmen untuk melindungi hak masyarakat hukum adat, lewat penerbitan sertipikat tanah ulayat.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk pengakuan negara terhadap eksistensi dan wilayah yang secara turun-temurun dikuasai oleh masyarakat hukum adat.
“Sertipikat tanah bukan pemberian negara, melainkan pengakuan negara atas hak yang sudah ada. Jadi ini adalah hak masyarakat hukum adat yang wajib dilindungi,” tegas Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/ BPN) RI, Ossy Dermawan, dalam acara Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat, di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Senin (19/05/2025). (Hms ATR BPN/NAL)
- Pemda Morut Gelar Upacara Peringatan Detik- Detik Proklamasi, HUT Kemerdekaan RI Ke 81 di Pelataran Kantor Bupati Morut
- Warda Dg Mamala Bacakan Teks Proklamasi, Di Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke- 81 di Morut
- Walikota AA Irup Upacara di Lapangan Tikala, Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia Kota Manado Berlangsung Khidmat








