Kelapa Minut Tembus Perhatian Dunia, Joune Ganda Terima Penghargaan ICC

oleh -183 Dilihat

Minut – Minahasa Utara mulai mendapat pengakuan di level internasional dalam pengembangan komoditas kelapa. International Coconut Community (ICC) memberikan penghargaan kepada Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, atas kontribusi daerah tersebut dalam mendorong pembibitan, peremajaan tanaman hingga pengembangan komoditas kelapa.

Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian peringatan World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

Bagi Joune, apresiasi dari organisasi internasional tersebut bukan sekadar penghargaan seremonial. Pengakuan ICC menunjukkan bahwa langkah Minahasa Utara dalam membangun sektor kelapa mulai mendapat perhatian lebih luas.

“Saya juga tidak menyangka kalau tadi mendapatkan penghargaan ini dari International Coconut Community, ICC,” kata Joune seusai kegiatan.

Menurutnya, perhatian ICC tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, terutama dalam memperkuat pembibitan dan mendorong peremajaan tanaman kelapa.

Joune menilai peremajaan menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian tanaman kelapa di Indonesia telah berusia tua. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap produktivitas dan pada akhirnya membutuhkan penggantian dengan tanaman serta varietas yang lebih unggul.

“Beberapa waktu lalu saya juga mendapatkan penghargaan dari Pak Presiden mengenai adanya penemuan varietas baru terhadap salah satu varietas kelapa,” ujarnya.

Selain peremajaan, Minahasa Utara juga terus memperkuat sektor pembibitan. Joune menyebut daerahnya kini menjadi salah satu sentra pembibitan kelapa yang mendapat perhatian dalam pengembangan komoditas tersebut.

“Pembibitan ini menjadi atensi mereka karena di Minahasa Utara ini menjadi sentral untuk pembibitan tanaman kelapa,” katanya.

Posisi tersebut menjadi penting karena Minahasa Utara merupakan salah satu daerah penghasil kelapa utama di Sulawesi Utara, sekaligus memiliki basis perkebunan yang cukup kuat untuk dikembangkan menuju industri yang lebih bernilai tambah.

Karena itu, Joune melihat penghargaan ICC bukan sebagai titik akhir, melainkan momentum untuk memperkuat pembangunan sektor kelapa dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa. Dalam World Coconut Day 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya memperkuat pengembangan kelapa secara menyeluruh, mulai dari produksi, peremajaan dan pembibitan hingga hilirisasi.

Bagi Minahasa Utara, arah kebijakan tersebut membuka peluang untuk memperbesar peran daerah dalam rantai industri kelapa.

Tidak hanya mempertahankan produksi bahan mentah, pemerintah daerah juga mulai mendorong pengembangan industri hilir agar komoditas kelapa memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan petani.

Joune menilai perhatian dunia terhadap kelapa harus diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi petani.

“Ini menjadi penyemangat juga bagi para petani kelapa kita, bahwa perhatian dunia dan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa ini sangat penting,” ujarnya.

Ia berharap penghargaan dari ICC dapat menjadi pemicu untuk mempercepat pengembangan sektor kelapa di Minahasa Utara.

Penyediaan bibit unggul, peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas petani serta penguatan industri hilir dinilai menjadi rangkaian yang tidak bisa dipisahkan jika Minahasa Utara ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan posisi strategisnya sebagai salah satu sentra kelapa di Sulawesi Utara.

Dengan pengakuan ICC tersebut, Minahasa Utara tidak hanya berbicara mengenai potensi kelapa, tetapi mulai menunjukkan bahwa pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah yang diperhitungkan hingga level internasional. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.