Manado-Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ir. Diano Tino Tandaju membuka Workshop Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting Tingkat Provinsi Sulut Tahun 2023 di NDC Resort Manado, Kamis (14/9/2023).
Workshop yang diinisiasi Perwakilan BKKBN Sulut ini untuk memberikan penguatan kepada pengelola data dan PKB/PLKB se Provinsi Sulawesi Utara.
Kaper BKKBN Sulut mengatakan pemutakhiran, verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting adalah proses membandingkan antara data hasil Pendataan Keluarga dan pemutahirannya.
“Itu sesuai kondisi terkini di lapangan untuk kemudian dimutakhirkan sesuai dengan kondisi terkini,” ungkapnya.
- Sah! DPRD Sulut Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- Widyawati : Kader PKK Tidak Hanya Berperan Dalam Pembinaan Keluarga, Tetapi Mampu Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat
- PLN UP3 Luwuk Perkuat Ekosistem Green Energy Melalui Program TJSL, Bekali Siswa SMKN 2 Luwuk Kompetensi Konversi Kendaraan Listrik
Ia mengakui perlu kerja keras dan kerja cerdas dalam rangka memerdekakan generasi penerus bangsa dari stunting. “Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 7.044 orang Tim Pendamping Keluarga atau 2348 tim, yang diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsi sebagai bagian dari bagaimana mencapai target di tahun 2024 yaitu stunting menjadi 14%,” tuturnya.
Akhir sambutan, Kaper BKKBN Sulut berharap kegiatan workshop akan meningkatkan kompetensi para peserta selaku pengelola data dan informasi di Kabupaten/Kota dan juga para PLKB yang wilayahnya menjadi lokus.
“Sehingga pelaksanaan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting dilaksanakan secara berjenjang baik di tingkat Kabupate/kota sampai ke kecamatan,” tandasnya.
Kesempatan itu, Kaper BKKBN Sulut turut didampingi Ketua Pokja ADPIN Rosillis B Wowiling, S. Sos. M. Si, dan Pelaksana Irma. F. Tulungen.S.P.Si, M. Kes. Hadir pula Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Lady D Ante, S. Pd. MAP, para Ketua Pokja. (*)






