Manado-Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ir. Diano Tino Tandaju membuka Workshop Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting Tingkat Provinsi Sulut Tahun 2023 di NDC Resort Manado, Kamis (14/9/2023).
Workshop yang diinisiasi Perwakilan BKKBN Sulut ini untuk memberikan penguatan kepada pengelola data dan PKB/PLKB se Provinsi Sulawesi Utara.
Kaper BKKBN Sulut mengatakan pemutakhiran, verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting adalah proses membandingkan antara data hasil Pendataan Keluarga dan pemutahirannya.
“Itu sesuai kondisi terkini di lapangan untuk kemudian dimutakhirkan sesuai dengan kondisi terkini,” ungkapnya.
- Gubernur Yulius Paparkan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus Pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
- Kajati Sulut Kukuhkan Pengurus Aslinmas, Pemkab Sitaro Siap Perkuat Ketertiban Masyarakat
- Hadiri Pelantikan Pengurus Aslinmas Sulut, Wali Kota Weny Gaib Dorong Sinergi Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif
Ia mengakui perlu kerja keras dan kerja cerdas dalam rangka memerdekakan generasi penerus bangsa dari stunting. “Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 7.044 orang Tim Pendamping Keluarga atau 2348 tim, yang diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsi sebagai bagian dari bagaimana mencapai target di tahun 2024 yaitu stunting menjadi 14%,” tuturnya.
Akhir sambutan, Kaper BKKBN Sulut berharap kegiatan workshop akan meningkatkan kompetensi para peserta selaku pengelola data dan informasi di Kabupaten/Kota dan juga para PLKB yang wilayahnya menjadi lokus.
“Sehingga pelaksanaan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting dilaksanakan secara berjenjang baik di tingkat Kabupate/kota sampai ke kecamatan,” tandasnya.
Kesempatan itu, Kaper BKKBN Sulut turut didampingi Ketua Pokja ADPIN Rosillis B Wowiling, S. Sos. M. Si, dan Pelaksana Irma. F. Tulungen.S.P.Si, M. Kes. Hadir pula Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Lady D Ante, S. Pd. MAP, para Ketua Pokja. (*)





