Morut – Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Morowali Utara (Morut), terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan pertanahan yang inklusif, transparan, dan berkeadilan.
Komitmen itu diwujudkan melalui audiensi dari Dewan Pengurus Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Kabupaten Morut bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Sumara Jaya, Serikat Petani Sulawesi Tengah (Sulteng), serta masyarakat yang berkepentingan, Senin (05/10/2026).
Audiensi terbuka ini, dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Penetapan Hak dan Pendaftaran, Irfan Mahmud SH, didampingi Kasi Survei dan Pemetaan, Zainal Abd Rasyid STr, serta Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Anwar Sidora SST.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog konstruktif yang menghadirkan Pemdes Tando Yondo dan Desa Sumara Jaya, perwakilan masyarakat petani dari kedua desa tersebut, serta jajaran perwakilan PT BMM Kecamatan Soyojaya. Pertemuan difokuskan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta menyelaraskan pemahaman tata kelola pertanahan demi terciptanya kepastian hukum dan ketenteraman wilayah.
Pada kesempatan tersebut, Irfan Mahmud, menyambut baik kehadiran DPC SPI dan seluruh elemen masyarakat, serta jajaran PT BMM. Irfan Mahmud, dalam arahannya, menegaskan, bahwa Kantah ATR/ BPN Morut selalu terbuka untuk memfasilitasi komunikasi antar pemangku kepentingan secara objektif, berlandaskan aturan hukum yang berlaku.
” Lewat dialog dan sinergisitas seperti ini, kita secara bersama-sama mencari jalan keluar terbaik yang mengedepankan hak-hak masyarakat serta kepastian hukum pertanahan di bumi tepo asa aroa tercinta,” tegas Irfan Mahmud.
Langkah proaktif jajaran Kantah ATR/ BPN Morut yang menghadirkan seluruh pejabat teknis terkait, mulai dari aspek pemetaan hingga penetapan hak, mendapatkan apresiasi dari para peserta audiensi.
” Kami berharap, pertemuan ini bisa menjadi momentum positif dalam memperkuat hubungan kemitraan antara masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda), pelaku usaha, dan Kantah ATR/ BPN Morut, bagi terwujudnya kesejahteraan petani dan kemajuan daerah di Soyojaya, ” harap Irfan Mahmud. (*)





