Minsel – Merebaknya isu terkait pengadaan sertifikat tanah di sejumlah tempat di wilayah Minahasa Selatan, membuat Kepala Kantor (Kakan) BPN Minsel Deanny Keintjem langsung angkat bicara.
Di ruang kerjanya saat sejumlah wartawan mengkonfirmasi akan hal tersebut, Selasa (7/02/23) menyampaikan bahwa tidak mungkin kami melakukan kegiatan di luar mekanisme yang ada baik dari permohonan oleh pihak pemohon sampai mengeluarkan sertifikat hak milik itu bukan hal yang gampang.
“Di BPN Minsel bukan hanya satu bidang tanah dan satu pemohon yang kami tangani, saat ini ada ribuan bidang tanah yang sementara kami upayakan untuk mendapat sertifikat hak milik”Jelasnya.
Di katakannya, menyikapi isu-isu murahan yang beredar, kami lebih ketat dalam menerima berkas permohonan pembuatan sertifikat tanah.
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
- Wakili Plt Bupati, Novia Tamaka Hadiri Peresmian SPPG Polres Kepulauan Sitaro
- Sekwan Silangen Terima Kunjungan Siswa Manado Independent School : Berikan Wawasan Mengenai Tata Kelola Pemerintahan, Layanan Publik dan Fungsi Legislatif
“Kalaupun itu ada satu atau dua berkas yang kurang tentunya kami tidak akan menerbitkan sertifikatnya, ini masalah tanah yang tentunya sangat sensitif apalagi kalau mengatakan kami menyerobot. silakan melaporkan ke pihak berwajib kalau ada bukti,”tegas Keintjem.
Keintjem juga menambahkan bahwa apabila ada pemohon yang sudah lengkap pemberkasannya silakan datang langsung ke kantor BPN Minsel tidak menunggu lagi penyerahan secara kolektif.”Silakan saja kalau sudah diperlukan.” Terangnya. (Onal Mamoto)






