Manado – Untuk meningkatkan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha Kota Manado, Dinas Pariwisata (Dispar) Manado melaksanakan kegiatan pelatihan pemandu wisata trekking, di ruang Tarsius Hotel Granpuri Manado, Selasa (21/09/2021).
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Dispar Manado Dra Lenda Neivy Pelealu MSi mengatakan sebelum pandemi Covid-19 tingkat kunjungan wisatawan di Kota Manado mengalami kenaikan signifikan.
“Tingkat kunjungan wisata Kota Manado sebelum pandemi Covid-19 sangat tinggi mencapai 300 persen. Prosentase ini tertinggi di Indonesia setelah Bali. Kalau Bali memang sudah stagnant angkanya karena mereka memang daerah khusus yang mengedepankan pariwisata disektor usahanya,”tukas Pelealu.
Menurutnya, kegiatan pelatihan pemandu wisata trekking menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dana pelayanan kepariwisataan tahun anggaran 2021.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
“DAK dari pemerintah pusat ini sudah ada, namun karena masih dalam status PPKM di Manado, jadi baru dapat kami laksanakan pelatihan ini saat ini,”tandas Kadis Lenda.
Dirinya berharap, pelatihan ini membentuk SDM pariwisata yang dapat diandalkan untuk mendapatkan income dari industri pariwisata.
“Kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan industri pariwisata dapat kembali bergairah. Marilah, dimasa pandemi ini kita manfaatkan kesempatan untuk tingkatkan kualitas pelaku usaha pariwisata kita,”ujar Pelealu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kelembagaan Dispar Manado Steven Runtuwene SSos menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.(JM)







