Sulut – Pelaksanaan Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) 2022 sudah selesai dilaksanakan dengan penutupan pada Sabtu (17/09/2022).
Namun, dalam kegiatan LNSIFC ini meninggalkan permasalahan dimana sempat beredar di media sosial (Medsos) sehingga sempat mengganggu pelaksanaan yang memperebutkan Piala Presiden dan Gubernur Sulut.
Pasalnya dalam video yang beredar di medsos Facebook, salah satu peserta sempat memprotes panitia dan panitia dituding sudah menkonsumsi minuman keras (miras). Bahkan hampir sempat adu jotos karena adanya nada provokator.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Sulut, Tineke Adam kepada wartawan mengatakan jika video yang beredar tersebut tidak benar. Soalnya, peserta yang sudah tercium bau alkohol, bukan panitia.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Hanya 1 tim yang protes dimana mereka minta menjadi juara 2 karena beda tipis dalam perolehan poin. Ini berita yang beredar, sungguh terbalik dengan apa yang beredar di masyarakat,” ujar Kadis Adam kepada sejumlah wartawan, Senin (19/09/2022).
Dikatakannya, sesuai dengan panduan teknis kegiatan, protes bisa dilakukan 1 jam setelah penimbangan dan dibuat secara tertulis kepada panitia. Bahkan hal itu sudah disampaikan panitia pada Rabu 14 September 2022 lewat teknikal meeting dengan peserta.
“Kami tidak akan menuntut penyebar hoaks, tapi kami ampuni,” tambah Adam saat didampingi salah satu juri Prof Alex Kawilarang dan Anggota panitia Veldy Umbas. (*/J.Mo)






