Jalan Uempana-Salubiro Mulai Terbuka, Asgar Lawahe Laporkan Progres Perbaikan Pasca Bencana Longsor

oleh -757 Dilihat

Salubiro – Akses jalan yang menghubungkan Desa Uempana, Lemowalia, hingga Salubiro di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), mulai kembali terbuka setelah sepekan lebih dilakukan pekerjaan perbaikan pasca longsor yang sempat mengisolasi sejumlah desa di wilayah tersebut.

Camat Bungku Utara, Asgar Lawahe, Kamis (20/08/2026), melaporkan, bahwa progres perbaikan ruas jalan terus berjalan sejak dimulai pada 8 Agustus 2026, menyusul kunjungan langsung Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, ke lokasi terdampak pada Jumat (07/08/2026).

Menurut Asgar, alat berat yang dikerahkan saat ini telah berhasil membuka sebagian besar titik longsor dan kerusakan jalan yang menjadi penghambat utama mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

” Atas nama masyarakat Desa Salubiro, Lemowalia, Karawasa, dan Uempanapa, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Morut, Ibu Senator, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan dalam penanganan dampak longsor. Saat ini akses masyarakat sudah mulai kembali lancar dan aktivitas ekonomi perlahan kembali berjalan,” kata Asgar.

Ia menjelaskan, titik-titik terparah yang menjadi fokus perbaikan meliputi wilayah Karawasa, Sawuya, Takanutu, Wata, Uemadale, Puncak Salubiro hingga jalur penurunan menuju permukiman Salubiro.

Perbaikan dilakukan menggunakan dua unit alat berat berupa excavator dan bulldozer yang disediakan oleh PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) beserta dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hingga saat ini, pekerjaan telah mencapai kawasan Puncak Salubiro dan akan terus dilanjutkan hingga akses menuju permukiman warga dapat dilalui secara normal.

Asgar, mengatakan, masyarakat kini mulai kembali memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil alam seperti damar dan kemiri, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sebelumnya terkendala akibat kerusakan jalan.

Kendati demikian, proses perbaikan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama faktor cuaca, hari libur operasional, dan ketersediaan BBM yang menyebabkan pekerjaan beberapa kali terhenti sementara.

Sebelumnya, bencana longsor yang terjadi pada Juli 2026 menyebabkan akses menuju sejumlah desa, yakni Salubiro, Lemowalia, Karawasa, dan Uempanapa, mengalami gangguan serius.

Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Pemda Morut bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan akses jalan.

Dukungan juga datang dari sejumlah perusahaan, termasuk PT Indo Mineral Mining dan PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) yang turut membantu percepatan penanganan di lapangan.

Asgar menilai sinergi antara Pemda, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah Bungku Utara.

” Gotong royong dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci. Kami optimistis akses jalan hingga ke perkampungan bisa segera pulih sepenuhnya sehingga aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.