Intensitas Curah Hujan Meningkat, Kaban Lontaan Imbau Warga Tetap Waspada

Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Nofry Lontaan ST

MINAHASA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa  menghimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada  atau pindah sementara,mengingat akhir-akhir ini curah hujan di wilayah Sulawesi Utara khususnya di kabupaten Minahasa cukup meningkat. 

Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Nofry Lontaan ST, menyampaikan masyarakat tinggal kawasan perbukitan/lereng, bantaran sungai maupun kawasan pantai yang rawan bencana musiman baiknya segera pindah dahulu mengingat cuaca yang tidak menentu.

Dikatakan Lontaan, memang beberapa wilayah sering terjadi banjir. Misalkan, di sekitar lingkar Danau Tondano, hulu serta hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.Dikatakan Lontaan, berdasarkan laporan telah terjadi banjir di beberapa titik seputaran wilayah Tondano dan tanah longsor di ruas jalan Sasaran-Sawangan, Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan.

” Terkait banjir di Kelurahan Papakelan, ini merupakan kiriman air dari pegunungan/perkebunan Rombe dan Makalonsow. “Semoga saja hujan cepat berhenti dan debit air akan surut. ” jelasnya Lontaan, Jumat (25/12).

Lebih lanjut Lontaan menyampaikan, tentunya kami selaku pemerintah daerah terus memonitor dan sesegera mungkin bertindak membantu warga yang terkena musibah bencana. Banjir dan longsor terjadi karena intensitas curah hujan beberapa hari terakhir ini meningkat, pihaknya pun ketika menerima laporan langsung bergerak cepat mengadakan pengecekan baik ruas jalan Sasaran-Sawangan, serta tiga titik longsor.

“Kami langsung melakukan pembersihan tanah di badan jalan dengan menurunkan satu unit alat berat dan beberapa anggota reaksi cepat penanganan bencana,” ujarnya.

Oleh karena itu Lontaan meminta masyarakat pesisir pantai yang berpotesi gelombang pasang seperti pantai timur di Kecamatan Kombi, Lembean Timur dan Kakas Barat, kemudian pesisir pantai barat yaitu Kecamatan Tombariri dan Mandolang agar tetap waspada.

” Cuaca akhir bulan Desember ini sangat ekstrim. Hujan bisa disertai angin kencang sehingga berpotensi terjadi bencana alam. Sesuai data BMKG cuaca ekstrim ini akan terjadi mulai akhir Desember 2020 sampai awal Januari tahun depan.” Ujar Lontaan.

“Oleh sebab itu, masyarakat tetap waspada. Jika terjadi longsor dan banjir segera mengungsi dan segera memberi laporan langsung dan di tindak lanjuti,” Tutup Lontaan. (Ronny)

Loading