MANADO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara Minggu (31/1) melaksanakan acara puncak Harlah ke 95 Nahdlatul Ulama di kantor sekretariat di bilangan Kelurahan Islam Tuminting.
Menurut Ketua PWNU Sulut Ulyas Taha, kegiatan puncak tersebut adalah tasyakuran dan istighosah bersama warga NU di Manado dan sekitarnya.
“Tugas NU saat ini adalah menyebarkan tentang Islam rahmatan lil alamin. Karena perintah dari Al-Qur’an, maka konsep di NU disebut Islam Nusantara sebagai islam ahlussunnah waljama’ah an nahdliyah,” ucapnya.
Lanjutnya lagi, dalam al quran diabadikan dalam sebagai islam washatiyyah sebagai sebuah kekuatan.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“Kami berharap pada peringatan harlah kali ini NU tetap bangkit dalam kondisi dunia lagi dalam pandemi covid 19. Beberapa kali juga kita disibukan dengan gerakan radikal. Namun bagi NU membela tanah air adalah bagian dari pada iman,” imbuhnya.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Karo Ekonomi Hanny Wajong mengatakan selamat merayakan harlah ke 95 NU. Kiranya akan memotivasi seluruh komponen NU di daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulut berharap kiranya NU mampu berperan aktif di daerah nyiur melambai untuk kemajuan daerah Sulawesi Utara yang kita cintai bersama, dan tetap terjalin sinergitas untuk pembangunan daerah. Semoga hubungan baik NU dengan Pemerintah tetap terjaga dengan baik” katanya.
Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud menjelaskan di harlah ke 95 NU kali ini dan menjelang satu abad NU, mengingat dan mengenang NU itu sebagai nikmat.
Sebab lanjut Kiai, NU telah melakukan hal-hal besar yang ada di Indonesia. Hal besar tersebut telah tertulis dalam alquran.
“NU telah melakukan minimal 3 hal besar dari Indonesia sebelum berdiri hingga saat ini. Yang pertama adalah jihad dengan kekuatan. Seluruh pendiri NU telah bersama sama mendirikan NU tujuan utamanya mendirikan NKRI. Para kyai telah berjidah memerangi penjajah,” tuturnya.
Kyai Marsudi juga menambahkan, NU telah memberikan fatwa melawan penjajah adalah jihad fardhu ain. Setelah kemerdekaan NU tetap melakukan jihad yang kedua yakni jihad bil kauni, dan jihad yang ketiga adalah bil amalisolehah.
Ketua Panitia pelaksana Suleman Awat ditempat terpisah menyampaikan terimakasih untuk semua pihak yang telah berpatisipasi hingga harlah ke 95 NU sukses.
“Terima kasih untuk seluruh panitia dan pengurus NU Sulut yang telah memberikan dukungan untuk seluruh kegiatan hingga acara puncak Harlah ini selesai,” pungkas Awat. (*)





