Harga Cabai Salah Satu Pemicu, Honandar Siapkan 9 Langkah Kongkrit Kendalikan Inflasi

oleh -1087 Dilihat

Bitung- Harga cabai di pasar yang terus naik dalam beberapa bulan terakhir, mempengaruhi kenaikan inflasi di kota Bitung. Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, pun langsung mengambil langkah dengan menyiapkan strategi untuk pengendalian inflasi.

Hal ini terungkap saat Honandar memimpin rapat pengendalian inflasi daerah, yang merupakan tindak lanjut rapat inflasi tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada 23 Oktober 2026, bertempat di ruang kerja walikota, Senin (26/10/2026).

Dalam rapat tersebut, membahas khusus lonjakan harga cabai yang menjadi salah satu pemicu inflasi di Sulut, termasuk kota Bitung. Selain itu,m, juga djbahas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

Pada kesempatan tersebut, Honandar menegaskan komitmen Pemkot Bitung untuk melaksanakan 9 langkah konkret pengendalian inflasi sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.

“Inflasi akibat kenaikan harga cabai harus kita tangani serius. Jangan sampai daya beli masyarakat turun. Saya minta TPID Kota Bitung bergerak cepat,” tegas Hengky.

Berdasarkan dokumen tindak lanjut rapat Provinsi Sulut, Pemkot Bitung diminta menyiapkan sejumlah data dan bukti pelaksanaan pengendalian inflasi, meliputi:
A. 9 Langkah Konkret Pengendalian Inflasi:
1. Pemantauan harga dan stok harian bahan pokok
2. Rapat teknis TPID
3. Upaya menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting
4. Gerakan Tanam (Gertam) komoditas cepat panen cabai dan bawang merah
5. Operasi Pasar / Gerakan Pasar Murah bekerja sama dengan BUMN/BUMD dan fasilitasi distribusi pangan
6. Sidak ke pasar dan distributor untuk mencegah penimbunan
7. Koordinasi dengan daerah penghasil komoditas
8. Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dampak inflasi
9. Bantuan subsidi transportasi

B. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Champion Cabai / daerah sentra cabai, termasuk intervensi pemerintah dalam mengatasi kelangkaan cabai.

C. Program Bantuan Kawasan Aneka Cabai Kementerian Pertanian TA 2026, mulai dari luas lahan, bantuan benih, waktu tanam, perkiraan panen, hingga pemasaran.

Selain isu cabai, rapat juga membahas Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Wali Kota meminta seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan SK Kepala Daerah tentang Gerakan Indonesia ASRI, laporan pelaksanaan, monitoring evaluasi, serta apresiasi kepada ASN dan masyarakat yang berkinerja tinggi dalam gerakan tersebut.

Dalam rapat tersebut, Honandar juga menginstruksikan dinas terkait untuk rutin melakukan sidak dan pemantauan harga pasar dan memperkuat koordinasi dengan Pemprov Sulut dan kabupaten/kota lain agar pasokan cabai dan komoditas pangan lainnya di Kota Bitung tetap aman dan harga stabil menjelang akhir tahun yang didalamnya ada perayaan keagamaan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.