Sulut-Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulut melaksanakan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Senin (28/04/2025).
Tampak hadir mendampingi Gubernur Yulius, Asisten I Denny Mangala, Asisten III Fransiskus Manumpil, Kepala Bappeda Provinsi Sulut Elvira Katuuk, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Clay Dondokambey, Inspektur Sulut Jemmy Kumendong, Kadis Diknas Femmy Sulut.
Pada pertemuan tersebut, Gubernur Yulius memaparkan terkait penyelesaian jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III, program ketangguhan banjir perkotaan, rencana pembangunan simpang susun Transmart Manado, operasional TPA Regional Mamitarang, pengelolaan sampah menjadi energi listrik (Psel) dan Limbah B3, peningkatan status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional dan pembangunan jalan lingkar Pulau Salibabu.
Gubernur Yulius juga memaparkan lanjutan revitalisasi Danau Tondano termasuk proses revitalisasi Danau Tondano, serta rencana pembangunan perguruan tinggi di Bolaang Mongondow.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Sementara, Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk percepatan pembangunan Sulawesi Utara sebagai gerbang perdagangan Asia Timur. “Peningkatan sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan pariwisata menjadi fokus utama, sejalan dengan arah pembangunan RPJMN 2025-2029,” ungkap Menteri PPN.
Pihaknya, lanjutnya, akan mendorong konektivitas dan penguatan kawasan perbatasan. “Kami mendorong konektivitas, pengembangan destinasi pariwisata Manado-Likupang, dan penguatan kawasan perbatasan. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci untuk membangun Sulawesi Utara yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tandasnya.(*)






