Sulut-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sulut.
Pelantikan tersebut di gelar Jumat (6/3/2026) bertempat di Wisma Negara Bumi Beringin yang turut juga dihadiri Wakil Gubernur J. V Mailangkay,SH,MH.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk terus berkarya bagi bangsa dan daerah.
Gubernur Yulius menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PWIR Sulut Novie Mewengkang dan jajaran pengurus yang baru dilantik, sembari menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran para purnabakti di tengah masyarakat.
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dan KPK Jadikan Sulut, Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Menurutnya, PWRI bukan sekadar wadah berkumpulnya pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara, tetapi merupakan aset berharga karena memiliki pengalaman, kebijaksanaan, serta keteladanan yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan Sulawesi Utara.
Lebih lanjut, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa di tengah dinamika transformasi digital dan tantangan ekonomi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran serta nasihat dari para senior yang telah melewati berbagai fase pembangunan. Ia berharap para anggota PWRI dapat terus mewariskan nilai-nilai integritas, disiplin, dan etos kerja kepada generasi muda aparatur di Bumi Nyiur Melambai.
Sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan AD/ART, PWRI didorong untuk semakin solid dan aktif bersinergi dengan pemerintah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Gubernur meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kontribusi nyata PWRI melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Yulius menyebut para wredatama sebagai kekuatan moral dan penjaga nilai-nilai kejujuran serta loyalitas yang menjadi penuntun bagi masa depan bangsa. Ia mengajak seluruh pengurus untuk melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (*/JM)






