oleh

Gerakan Pangan Murah, Bupati JG : Upaya Stabilkan Harga Pangan

-Berita, Minut-772 Dilihat

Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas Pangan Minut menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan inflasi terkait bahan pangan. Gerakan tersebut dilaksanakan di kantor Camat Airmadidi pada Senin (26/06/2023).

Sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menangani inflasi pangan, Kementerian Dalam Negeri mengadakan Launching Gerakan Pangan Nasional yang dihelat di Hotel Borobudur Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Pangan Nasional Bpk. Arief Prasetyo Adi, Wakil Menteri BUMN, perwakilan Gubernur Bank Indonesia, Direktur Utama Perum Bulog, serta undangan lainnya.

Dalam arahan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri, ditekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi inflasi pangan. Diharapkan bahwa pasar murah ini dapat memberikan bantuan yang signifikan kepada daerah-daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan pokok dengan mudah.

Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dilaksanakan secara serentak di 341 titik lokasi pelaksanaan di seluruh Indonesia, meliputi 37 provinsi dan 296 kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idul Adha. Pelaksanaan gerakan ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara Kementerian Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah melalui dinas pangan, serta pelaku usaha seperti BUMN, BUMD, dan swasta.

Pada kesempatan itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, menyampaikan bahwa pihaknya telah merencanakan sejumlah kegiatan dalam kerjasama dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk forum Bulog, Kios Tani Indonesia, Indomaret, distributor lainnya, petani caberawit, serta pelaku usaha UMKM yang bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Minahasa Utara.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan pangan murah kepada masyarakat, yang akan berdampak pada pengendalian inflasi menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan segera tiba. Pemerintah kabupaten Minahasa Utara akan mengantisipasi beberapa kegiatan yang berpotensi meningkatkan inflasi,” jelas Joune Ganda.

Lebih lanjut, Kabupaten Minahasa Utara memiliki tingkat inflasi yang terendah dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, serta tergolong terendah di Sulawesi Utara.

“Dalam hal pertumbuhan perekonomian, kabupaten Minahasa Utara juga mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan beberapa daerah di Sulawesi Utara,” ungkap Bupati. (*/T3)