Minahasa – Seorang lelaki Parubaya, bernama Felty Manengkey (55), warga Tataran Satu lingkungan 6, ditemukan tewas mengapung di lokasi bendungan danau Ranowangko, kelurahan Tataaran satu, pada Rabu (14/7/2021) pagi.
Diduga korban terjatuh kedanau dalam keadaan mabuk minuman keras.
Korban pertama kali di temukan oleh Frets Gerung (56) tahun, warga setempat yang juga sebagai Kepala Lingkungan, pada pukul 8.00 wita, saat mendatangi lokasi tempat mencuci pakaian warga.
Korban ditemukan oleh saksi dalam posisi mengapung, berjarak tidak jauh dari pinggir beton bendungan.
- Diawali Jalan Sehat, Walikota Bitung Buka Rangkain Kegiatan HUT RI Ke 81
- Terima Kunker Tim Perwakilan Ombudsman RI Sulteng, Zaldi Amir Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Akuntabel Bebas Mal Administrasi
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 6.00 wita, dirinya datang ke lokasi tempat cuci baju dan melihat darah yang menempel di beton, dan pada tepat pukul 8.00 wita, usai mencuci pakaian, saksi melihat seorang lelaki yang tak dikenal terapung yang tidak jauh dari tempat dirinya mencuci pakaian, dan selanjutnya saksi memanggil warga setempat. Selanjutnya penemuan dilaporkan kepihak Kepolisian polsek Tondano.
Sekitar pukul 8.15 wita, korban di evakuasi dari permukaan air, oleh warga dan anggota polisi sektor Tondano.
Hasil identifikasi dari pihak kepolisian, tidak di temukan kehal yang mengarah pada kekerasan, dan dugaan sementara korban terjatuh dalam kondisi mabuk.
Kapolsek Tondano Iptu.James Rama, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa korban setelah di identifikasi langsung dibawa kerumah oleh keluarganya.
“Keluaga menolak untuk di otopsi, dan langsung membawa korban kerumahnya”ujarnya.
Usai di identifikasi, korban langsung di bawah kerumah oleh keluarganya, serta menolak untuk dilakukan otopsi.(*/Ronny)






