Redaksi-Kesehatan kulit merupakan hal penting yang perlu diketahui masyarakat, karena saat ini penyakit kulit dengan mudah menular melalui media apapun. Masalah kesehatan pada kulit merupakan salah satu penyakit sering terjadi pada masyarakat pesisir pantai. Penduduk yang letak kediamannya di pesisir pantai memiliki potensi masalah kesehatan kulit lebih besar dibandingkan dengan yang tinggal di pegunungan.
Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya keadaan air, kelembapan, dan paparan sinar matahari. Tak terkecuali di Desa Minaesa yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, yang setiap hari tersengat oleh paparan sinar matahari. Disisi lain, Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Indonesia, sehingga ketersediaan minyak kelapa mudah untuk diperoleh, terlebih khusus di Desa Minaesa.
Kondisi tersebut mendorong tim prodi Farmasi FMIPA UNSRAT yang diketuai oleh Yuanita Amalia Hariyanto, M.Si untuk melaksanakan program kemitraan masyarakat pada masyarakat di Desa Minaesa, Kec. Wori, Kab. Minahasa Utara. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan ibu-ibu KWI Desa Minaesa. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Minaesa mengenai perawatan dan kesehatan kulit”, ujar Yuanita.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan peningkatan keterampilan melalui pelatihan pembuatan sabun-VCO kepada mitra, sehingga dapat dikembangkan untuk produktivitas ekonomi Desa Minaesa”, paparnya
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh ibu-ibu dan pimpinan desa karena menambah informasi mereka terkait bagaimana cara memproduksi sabun dengan memanfaatkan bahan yang melimpah disekitar Desa Minaesa.
“Kami berharap, pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk mengembangkan ketrampilan dalam pembuatan sabun ini, sehingga produk sabun dapat dijadikan sebagai salah satu ikon yang dimiliki Desa, dalam upaya meningkatkan produktivitas ekonominya”, pungkas Yuanita. (*)






