Dua Bulan Kerja THL PSC Kota Bitung Tak Terima Upah, Ini Kata Kadis dan Kabag Hukum

Bitung, Redaksisulut – Belasan Tenaga Harian Lepas (THL) Public Safety Centre (PSC) Kota Bitung yang sudah mulai bekerja dari awal tahun hingga Maret tak kunjung terima upah (gaji) yang merupakan hak mereka.

Menurut informasi, jalinan kontrak THL dengan pihak Dinkes Bitung berakhir pada bulan Desember 2020. Sehingga di bulan Januari-Februari PSC kekosongan tenaga kerja, yang memaksa Dinkes Bitung menawarkan kerja selang bagi THL.

Usai selesaikan kerja selang 2 bulan tersebut, Dikabarkan Dinkes Bitung belum ada kepastian terkait pemembayaran upah hasil keringat para tenaga kerja kontrak tersebut.

Menurut salah satu sumber, seharusnya jika itu gratisan Dinkes Bitung memberitahukannya lebih awal agar tidak ada THL yang mempertanyakan gaji seperti ini.

“Jika dari awal sudah diberitahu kami pasti tidak akan menerima tawaran itu, karena kita kerja ada tanggung jawab sendiri”. Kata salah satu THL yang identitasnya ingin dirahasiakan.

Ia juga menyampaikan bahwa disini kami hanya meminta hak kami jadi tolong beri kami kejelasan.

“Masalahnya, tenaga kita sudah terlanjut terpakai, namun Dinkes Bitung hanya mendiami saja. Tolong bayarkan hasil keringat (upah) yang menjadi hak kami”. Katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, dr. Jeaneste Watuna saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa saat ini sudah di proses.

“Sementara di proses. Besok mereka akan tandatangan kontrak dan langsung diproses”. Katanya.

Sempat juga ditanyakan bahwa kenapa pembayaran upah terhalang ia menyampaikan bahwa, karena SK belum diserahkan oleh bagian hukum sehingga kontrak tidak bisa seraya menyampaikan untuk menghubungi Kabag Hukum.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Meiva Woran saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa nama-nama yang mengalami keterlambatan adalah nama-nama yang tidak masuk dalam SK existing makanya perlu proses.

“Untuk sekarang nama-nama itu sedang diproses oleh Dinas kesehatan. Mohon dimaklumi”. Katanya.

Ditanya berapa lama pembuatan SK dan kenapa dari awal tidak dibuat ia menjawab singkat.

“Satu hari selesai dan kenapa tidak dibuat dari awal karena ada masalah internal yang harus diselesaikan termasuk ketersediaan anggaran”. Kata Woran. (Wesly)

Related posts