Morut – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP2KBP3AD) Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasaan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2023, di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (30/05/2023) pagi.
Sosialisasi tersebut, dibuka langsung Wakil Bupati (Wabup) Morut, H Djira K SPd MPd.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala DP2KBP3AD Morut, Drs Romelius Sapara, nara sumber, dari program desa ramah anak, Gunawan Primasatya, para Camat, sejumlah Kades di Morut, perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Romelius Sapara, saat menutup sosialisasi tersebut, meminta kepada seluruh Camat dan Kades, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah ditingkat bawah, agar bisa lebih pro aktif lagi dalam mengkampanyekan, terkait masalah pencegahan kekerasan perempuan dan anak serta TPPO kepada masyarakat yang ada.
- Pemprov Sulut Siap Biayai 50 Siswa Jadi Dokter, Sekprov Tahlis Gallang : Setiap Kabupaten/Kota Diberikan Kuota
- Bupati Michael Thungari Bersama Wabup Tendris Bulahari Hadiri Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
“Pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak serta TPPO, bukan hanya tanggung jawab DP2KBP3AD Morut, tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, ” ujar Romelius Sapaan akrabnya.
Pada kesempatan itu, Romelius, mengatakan, pola asuh orang tua terhadap anak juga perlu ditingkatkan dengan baik, karena keluarga merupakan lingkungan paling terdekat bagi anak itu sendiri.
“Kami berharap, dengan adanya sosialisasi seperti ini, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, maupun TPPO tidak bertambah lagi, melainkan akan semakin berkurang, ” tandasnya. (NAL)








