Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terus mendorong upaya pemulihan ekonomi daerah.
Salah satunya menggenjot ekspor dengan memberikan kemudahan bagi para eksportir.
Buktinya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut mencatat perkembangan ekspor dan impor Sulawesi Utara pada Februari 2022 (Angka Sementara) bertumbuh positif.
Dalam rilis BPS, nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Februari 2022 tercatat sebesar US$91,35 juta sementara impornya senilai US$17,19 juta.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
“Sementara komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2022 masih didominasi Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS 15), senilai US$61,13 juta (66,92% dari total ekspor). Sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah Bahan Bakar Mineral (HS 27), senilai US$ 13,23 juta (76,92% dari total impor),” ungkap Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, Rabu (16/3/2022).
Adapun negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulawesi Utara pada Februari 2022 adalah Amerika Serikat sebesar US$ 36,19 juta (39,62% dari total ekspor). (*J.Mo)






