Sulut- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah, yang menyediakan makanan bergizi kepada siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Distribusi makanan bergizi dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk setiap kelompok usia.
Makanan bergizi didistribusikan melalui SPPG yang memiliki menu pilihan berdasarkan daftar dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berpotensi tidak tepat sasaran. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun terus berupaya mengantisipasinya.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, Sekretaris Lady D Ante, Spd. MAP dan Tim memantau di Kec. Langowan Utara dan Kec Langowan Barat Kab Minahasa dengan menggunakan sepeda motor bersama Kadis PPKB Kab Minahasa Dra. Martha M Aguw, Babinsa, TPK dan PLKB untuk mengecek penyaluran MBG ke Kelompok bermain Kristovel Paslaten Kec. Langowan Barat, dan TK Dharma Wanita Walantakan kecamatan Langowan Utara, Kab. Minahasa.
Saat memantau langsung kedua titik penyaluran MBG, dr. Jeanny Yola Winokan . MAP memastikan penerimanya tepat sasaran.
Menu MBG itu antara lain berisi nasi, telur, sayur, tempe, dan jbuah. Setiap menu juga tertulis kandungan menu, seperti protein 12 gram, lemak (7,7 gr), dan karbohidrat (50,5 gr).
Kaperpun mengingatkan petugas untuk dapat mendistribusikan MBG tepat waktu saat sarapan atau makan siang dan kalau ada masalah, nanti berkoordinasi ke BGN (Badan Gizi Nasional), seraya mendorong pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran MBG tepat sasaran. (*/J.Mo)





