Sulut – Ditengah pandemi virus corona, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw tak tinggal diam, tetapi terus mencari ide untuk mensejahterakan petani Sulut.
Terbukti, Dinas Perkebunan Daerah Sulut menggandeng Unsrat Sulut untuk program pengembangan kelapa di era pandemi covid-19.
Kadis Perkebunan Refly Ngantung mengatakan, supaya petani kelapa sejahtera dan tidak berharap ke kopra lagi, maka akan dibuat pengembangan kelapa dengan turunannya.
“Karena itu kami menggandeng para akademisi Unsrat khususnya Fakultas Pertanian untuk membantu masyarakat petani kelapa, “jelasnya.
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
Ngantung menjelaskan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw selalu memperhatikan petani Sulut dengan melakukan pemberdayaan terhadap petani.
“Jadi petani kelapa tak cuma tahu kopra saja, tapi ada turunan agroindustri yang akan diolah menjadi cemilan ringan, VCO dan minuman sehat,” jelas Ngantung.
Sementara Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsrat Dedie Tooy mengapresiasi kepemimpinan ODSK karena ditengah pandemi corona terus memperhatikan rakyatnya terutama petani kelapa.
“Karena kelapa sangat potensial dikembangkan mulai dari akar sampai daun. Kami tim Unsrat dan Dinas perkebunan Sulut sudah berdiskusi tentang sektor hilir Kelapa. Diharapkan akan semakin berdampak ke petani Sulut,” ujarnya.
Tooy menambahkan jika sektor hilir kelapa berjalan bagus akan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa.
“Karena itu kami pun akan mendampingi petani untuk mengolah agroindustri kelapa mulai dari VCO, cemilan ringan dan minuman sehat, “tambah Tooy yang didampingi rekan tim Tommy Lolowang. (JM)






