Sulut – Ditengah pandemi virus corona, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw tak tinggal diam, tetapi terus mencari ide untuk mensejahterakan petani Sulut.
Terbukti, Dinas Perkebunan Daerah Sulut menggandeng Unsrat Sulut untuk program pengembangan kelapa di era pandemi covid-19.
Kadis Perkebunan Refly Ngantung mengatakan, supaya petani kelapa sejahtera dan tidak berharap ke kopra lagi, maka akan dibuat pengembangan kelapa dengan turunannya.
“Karena itu kami menggandeng para akademisi Unsrat khususnya Fakultas Pertanian untuk membantu masyarakat petani kelapa, “jelasnya.
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
Ngantung menjelaskan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw selalu memperhatikan petani Sulut dengan melakukan pemberdayaan terhadap petani.
“Jadi petani kelapa tak cuma tahu kopra saja, tapi ada turunan agroindustri yang akan diolah menjadi cemilan ringan, VCO dan minuman sehat,” jelas Ngantung.
Sementara Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsrat Dedie Tooy mengapresiasi kepemimpinan ODSK karena ditengah pandemi corona terus memperhatikan rakyatnya terutama petani kelapa.
“Karena kelapa sangat potensial dikembangkan mulai dari akar sampai daun. Kami tim Unsrat dan Dinas perkebunan Sulut sudah berdiskusi tentang sektor hilir Kelapa. Diharapkan akan semakin berdampak ke petani Sulut,” ujarnya.
Tooy menambahkan jika sektor hilir kelapa berjalan bagus akan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa.
“Karena itu kami pun akan mendampingi petani untuk mengolah agroindustri kelapa mulai dari VCO, cemilan ringan dan minuman sehat, “tambah Tooy yang didampingi rekan tim Tommy Lolowang. (JM)






