MORUT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Morowali Utara, menggelar diskusi Kebudayaan Daerah Morut, secara virtual diruangan Kabid. Kebudayaan Disdikbud Morut, Kamis (26/11/2020).
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Morut Bernoulli Tanar S,Pd,M.Pd menjelaskan, diskusi yang dilaksanakan secara virtual ini untuk progres penyusunan dokumen pemajuan kebudayaan Kabupaten Morowali Utara.
Menurut Kabid Kebudayaan Disdikbud Morut Bernoulli ada beberapa permasalahan yang didiskusikan, antara lain sumber data ontetik yang tertulis yang terbatas yang sulit diperoleh.
Termasuk narasumber data lisan dari orang orang tua yang pada umumnya telah lanjut usia, sehingga sulit untuk memberikan informasi yang akurat.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Disamping itu, kata Bernoulli masih rendahnya pemahaman masyarakat akan makna dan manfaat kebudayaan.
Sehingga kurang peduli terhadap hal- hal yang berkaitan dengan Kebudayaan Daerahnya.
Sementara untuk sumber data penyusunan dokumen PPKD Morut, kata Bernoulli, Disdikbud hanya melakukan studi dokumentasi ke berbagai sumber seperti kantor kearsipan Sulteng, museum kebudayaan Sulteng, wawancara dengan tokoh masyarakat, pegiat budaya yang masih menyimpan dan observasi ke obyek Budaya, situs, rumah adat dan makam leluhur.
Adapun narasumber yang terlibat dalam diskusi virtual Kebudayaan Daerah Morut ini, Wildan Herdiansyah Analis SDM Aparatur Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Rahman Ansyari M,Pd, Kabid Disdikbud Prop.Sulteng dan Dr,Christian Tindjabate Akamisi Dosen Univ, Tadulako
Turut hadir tokoh tokoh adat Mori Ten Marunduh, Reimon Monsangi, Plt Sekretaris DIsdikbud Morut Juber Habibu,Plt, Dinas Pariwisata dan Olah Raga Morut Alfred Rizal Tompira. (John Pampey)







