Manado – Percepatan pembangunan digitalisasi menjadi tekad pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw (OD-SK).
Menindaklanjuti itu, Pemprov Sulut melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (KIPS) menghadirkan tiga layanan program PDIP Sulut Hebat.
Tiga layanan tersebut, yakni pertama, Pembangunan Digitalisasi Informasi Pemerintahan (PDIP) yang mencakup sinergitas, integrasi layanan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa kelurahan.
Kedua, Pembangunan Digitalisasi Informasi Pedesaan (PDIP) yang mencakup sinergitas, integrasi layanan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
Ketiga, Pembangunan Digitaliasi Informasi Perkotaan (PDIP) yang mencakup sinergitas, integrasi layanan pemerintah kelurahan, kecamatan dan provinsi.
“Dengan Program PDIP Sulut Hebat masyarakat akan dapat melayani teknologi digitalisasi yang didukung 5 kebutuhan pelayanan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Sulut, Steven Liow.
Ia menjelaskan, lima kebutuhan pelayanan masyarakat yakni pertama, sebagai media informatif. Kedua, media interaktif. Ketiga, media transaksi. Keempat, media transformatif dan kelima, media sinkronisasi kebijakan.
Adapun tujuan program PDIP Sulut Hebat melingkupi sinergitas, integrasi layanan Pemprov Sulut, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
“Ini juga dalam rangka menyukseskan Konferensi G20, IYD (Organisasi Indonesia Youth Diplomacy) akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Y20 yang akan diselenggarakan pada 17 sampai 24 Juli 2022 mendatang,” ungkap birokrat andal Pemprov Sulut ini.(*/J.Mo)






