Ampana -Masyarakat nelayan Desa Mantangisi Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una Una, mengeluhkan aktivitas Pabrik PT Saraswati Coconut (SC). Sebab, di duga Limbah PT SC tersebut sudah mencemarkan lingkungan dan merusak terumbu karang serta mengancam kehidupan ekosistim bawah laut.
Oleh karena itu, Jumat (09/07/2021) sejumlah warga Desa Mantangisi menemui Dan Pos Letda laut KH. Aisy Fahrul Alim, untuk melaporkan hal tersebut karena sudah sangat merugikan bagi nelayan,karena pendapatan mereka menurun.
“Sebelumnya, pendapatan kami para nelayan cukup lumayan, namun saat ini untuk makan saja sudah sangat susah apalagi mau di jual untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar salah satu nelayan saat di temui Media ini.
Dikatakan lagi, akibat dugaan pencemaran ini, para nelayan sudah malas melaut karena yang di dapat nanti tidak sesuai apa yang di harapkan.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Kami sebagai masyarakat sudah mengadukan hal ini di Dan Pos Angkatan Laut Kabupaten Tojo Una Una, selain itu juga kami meminta kepada Pemerintah Daerah lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait agar mengambil langkah tegas, terkait dugaan pencemaran tersebut. (Aldri)






