Morowali – Seiring dengan menguatnya perekonomian Indonesia, Bea Cukai Morowali kembali pecahkan rekor penerimaan.
Per 19 Juli 2022, Bea Cukai Morowali mencatat kontribusi penerimaan Negara sektor kepabeanan dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara menembus angka 1 Triliun Rupiah.
Nilai tersebut adalah nilai terbesar penerimaan dalam sejarah seluruh kantor Bea Cukai di Lingkungan Sulawesi Bagian Utara.
“Jika dibandingkan dengan Bulan Juli tahun lalu, terjadi kenaikan sebesar 338% persen kontribusi penerimaan Negara dari sektor Kepabeanan yang berasal dari Morowali dan Morowali Utara. Per 19 Juli 2022, Bea Cukai Morowali telah menyetorkan 1,014 Triliun Rupiah, tumbuh sangat signifikan dimana pada Juli tahun lalu terkumpul penerimaan sebesar 231 Juta Rupiah.” kata Kepala Bea Cukai Morowali, Rubiyantara.
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruas Jalan Lesabe -Bukide Kecamatan Tabukan Selatan
- Terima Delegasi Uni Eropa di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur Yulius Paparkan Ekonomi Biru Sulut
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
Lebih detil, Rubiyantara menjelaskan jumlah tersebut diperoleh dari penerimaan bea masuk sebesar Rp1,001 Triliun, Denda Administrasi sebesar 5,6 Miliar, dan penerimaan lain meliputi Bea Masuk Anti Dumping dan Bea Keluar.
Selain mengoptimalkan pada sisi penerimaan, Bea Cukai Morowali juga mengutamakan fasilitas pelayanan. Sepanjang 2022, Bea Cukai Morowali memberikan fasilitas kawasan berikat kepada beberapa stakeholder dengan nilai 826 Miliar.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga sustainability perusahaan dalam melakukan bisnisnya sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dan menghidupkan perekonomian daerah khususnya Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara.
Pada periode 1 Januari sampai dengan 19 Juli 2022, Bea Cukai Morowali telah memberikan layanan prima atas 3420 dokumen impor dan 1086 dokumen fasilitas. Sedangkan untuk ekspor, Bea Cukai Morowali telah menerima sebanyak 1086 dokumen ekspor yang turut menyumbang devisa Negara sebesar 126 Triliun Rupiah. (*/John)






