Jakarta-Pemerintah Kota Tomohon kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Wali Kota Caroll Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Rumajar melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis di bidang kesehatan, terutama terkait dukungan sarana dan prasarana medis untuk pengembangan BLUD RSUD Anugerah Tomohon agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Caroll Senduk menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Tomohon. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai sangat penting, khususnya dalam pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan di RSUD Anugerah Tomohon.
“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Untuk itu, sinergi dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, terutama dalam penguatan fasilitas kesehatan di RSUD Anugerah Tomohon,” ujar Caroll Senduk didampingi Wakil Wali Kota Sendy Rumajar.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Turut hadir mendampingi dalam audiensi tersebut, Ketua TP-PKK Kota Tomohon yang juga Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan, drg. Jean D’Arc Karundeng, serta Direktur RSUD Anugerah Tomohon, dr. Irene Pandeiroot, MM., M.Kes.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Tomohon mendapat sambutan positif dari pihak Kementerian Kesehatan RI. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kota Tomohon dalam mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di daerah. (*/Red)






