Tahuna – Penjabat Bupati dr Rinny Tamuntuan buka kegiatan Rembuk Stunting ,sekaligus membentuk tim aksi percepatan penurunan stunting kabupaten kepulauan Sangihe, di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo,Runjab Bupati ,Rabu (22/6/2022).
Berkesempatan memberikan Sambutan dr Rinny Tamuntuan menuturkan dari data februari 2022 ada 308 jumlah stunting diSangihe dengan revalensi 5,9 persen, namun angka ini telah mengalami penurunan dibanding data bulan Agustus 2021 di angka 8,30 persen .
“Saya melihat laporan dari kabupaten, tahun kemarin ada di angka 8,3 persen , puji tuhan sudah agak menurun dan sesuai dengan laporan ada di angka 5,9 persen ,belum tentu hal ini mendatangkan kebaikan, untuk laporan ini ternyata kasusnya masih banyak di angka 300-an ” tutur Tamuntuan.
Menurut Tamuntuan perlu adanya penanganan yang serius karena dari 308 kasus di kota Tahuna terbanyak ada 70 kasus sehingga perlu dibentuknya tim percepatan penurunan stunting.
- Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Gubernur Yulius : Kemerdekaan Harus Diisi Dengan Kerja Nyata
- Walikota Hengky Honandar Bertindak Irup Peringatan HUT RI di Kota Bitung, Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi, Formasi 81 Jadi Perhatian
- Ketua POLA Bitung Sebut HUT RI Adalah Momentum Mengingat Jasa Para Pahlawan
“Melihat hal ini tim percepatan penurunan stunting kabupaten harus memulai dari kota Tahuna dan terfokus pada penanganan penurunan stunting ,jangan sampai generasi sangihe terhambat karena tinggihnya angka stunting” pungkas Tamuntuan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Melacton Harry wolff sebagai ketua tim mengatakan pihaknya akan berkalobarsi dan meberdayakan tim untuk memaksimalkan capaian.Tentunya target kami ,kerja cepat ,sehinggah angka stunting ini menurun dari angka 308 dan,nantinya akan dilaporkan setelah bekerja ” tegas Wolff. (Yoss)








