Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus aktif dalam mengatasi kenaikan harga cabai dengan melakukan langkah konkret.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memimpin peninjauan lahan perkebunan di Desa Paslaten, Kecamatan Kauditan.
Dalam kegiatan tersebut, berhasil panen cabai dengan luas tanam 2,5 hektar dan hasil mencapai 500 kg setiap panen, dilakukan dua kali dalam seminggu.

- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dan KPK Jadikan Sulut, Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Tidak hanya itu, Bupati juga memberikan bantuan bibit cabai kepada petani setempat untuk memperkuat ketersediaan komoditas cabai di daerah tersebut. Langkah nyata ini diharapkan dapat meredakan tekanan inflasi yang sedang meningkat.
Selanjutnya, Bupati, Forkopimda, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah melanjutkan aksi mereka dengan kegiatan Operasi Pasar dan Pasar Murah di Pasar Kauditan.
“Kegiatan Operasi Pasar dan gerakan pasar murah merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2024,” ujar Bupati.
Perum Bulog turut mendukung dengan menyediakan 10 ton beras premium, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak, dijual dengan harga paket spesial Rp.79.000. Inisiatif ini bukan hanya sebagai langkah ekonomi tetapi juga sebagai bentuk kepedulian menjelang Natal dan Tahun Baru 2024.
Semua langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi. (*)







