oleh

Bupati Delis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda Ke-XII STT Star’s Lub Luwuk

Morut-Bupati Morowali Utara (Morut) Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, didaulat membawakan orasi ilmiah pada acara Wisuda Ke-XII Sekolah Tinggi Teologi (STT) Star’s Lub di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat (25/08/2023) malam, dengan judul ‘Servant Leadership’ atau pemimpin yang melayani.

“Kita semua adalah pemimpin, tak peduli latar belakang kita apa, minimal jadi pemimpin bagi diri sendiri,” kata Bupati Delis mengawali orasinya di depan wisudawan dan civitas akademika STT Star’s LUB Luwuk, yang juga dihadiri Ketua TP PKK Morut, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt.

Judul orasi ilmiah ini, didasarkan pada tema wisuda yang diambil dari Alkitab Markus 10:41-45 yang berkata: Barang siapa yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa yang ingin jadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

Ia mengatakan, prinsip utama seorang pemimpin, khususnya pemimpin Kristen adalah ‘trust’ atau kepercayaan.

Pemimpin yang melayani harus percaya betul pada panggilannya. Apakah mau jadi pendeta, dosen, guru, mau jadi kades, politisi, atau apa saja.

Setelah yakin dengan panggilannya, kata dia pemimpin harus percaya terhadap visi yang dimilikinya. Begitu juga tujuan yang hendak dicapai harus jelas, karena hidup tanpa tujuan jelas, adalah hidup yang tidak layak dijalani, sebab hanya akan menghabiskan waktu, dana, dan sumber daya lainnya tanpa hasil.

“Yang penting sekali adalah seorang pemimpin yang melayani harus bisa dipercayai. Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, ” ungkapnya.

Sementara itu, prinsip lainnya adalah seorang pemimpin yang berorientasi melayani memanfaatkan setiap kesempatan dan posisi yang dimilikinya, sebagai peluang untuk melayani orang lain.

Sedangkan tantangan pemimpin yang melayani adalah tantangan eksternal berupa kemampuan adaptasi terhadap perkembangan yang terjadi.

“Perkembangan teknologi informasi yang amat pesat saat ini merupakan tantangan yang besar, dan pemimpin-pemimpin Kristen harus bisa menyesuaikan diri dengan hal itu, jika tidak kita akan musnah,” ujarnya.

Sedangkan tantangan internal adalah penguasaai diri seorang pemimpin terhadap keinginan daging, kehormatan, kekayaan dan godaan-godaan lain yang mengakibatkan banyak pemimpin kristen jatuh.

Kepada para wisudawan, Bupati Delis juga berpesan, agar mereka tidak pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri, sehingga mampu mengenali lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang berjalan sangat pesat di masyarakat.

Wisuda ke-XII ini diikuti 12 orang Sarjana Theologi (S.Th) dan 20 orang Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.PAK). (Hms/NAL)