Morut-Safari Natal Pemda Kabupaten Morowali Utara (Morut) tahun 2025 resmi dimulai. Titik pertama dilaksanakan di Gereja GKST Jemaat Imanuel Korololama, Kecamatan Petasia, baru – baru ini.
Selanjutnya akan dilaksanakan di 9 tempat lainnya. Kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan Pemda Morut setiap tahun, begitupun Safari Ramadhan.
Safari Natal di Korololama dilaksanakan bersamaan dengan Natal Pelayan GKST Klasis Kolonodale.
Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, Ketua TP PKK Morut yang juga senator DPD RI Dapil Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt, Wakil Bupati (Wabup) Morut, H Djira K SPd MPd, bersama Ketua I TP PKK Morut, Widyawati Mala.
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
Selain itu juga hadir sejumlah Pimpinan OPD di lingkup Pemda Morut, Camat Petasia, para pelayan serta anggota jemaat setempat.
Ketika memberikan sambutan, Bupati Delis menggaris bawahi tema Natal PGI -KWI tahun 2025 ini yakni “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga”. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dimana banyak sekali keluarga atau rumah tangga yang bermasalah. Itu terbukti dengan tingginya angka perceraian setiap tahun.
“PGI dan KWI tentu sudah melihat kondisi yang sangat membahayakan sebagai akibat dari ketidak harmonisan dalam rumah tangga,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Bupati, pada momentum perayaan Natal tahun ini hendaknya semua pihak untuk memperbaiki diri dimulai dari keluarga.
“Keharmonisan dalam keluarga merupakan kunci utama kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap orang nomor satu di Morut itu.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan tema Natal 2025 dari Kementerian Agama RI (Kemenag RI) yakni C-LIGHT: Christmas – Live in God, Harmony Together.
Menurut Bupati, tema ini menggambarkan begitu pentingnya cinta kasih dalam Tuhan, serta harmoni antar sesama dan antar umat beragama.
Perayaan Natal itu tidak hanya sebagai peringatan kelahiran Kristus, tetapi juga sebagai momen untuk memperkuat toleransi, persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.
Perayaan Natal di Gereja GKST Korololama, menghadirkan pelayan firman Pdt Meyta Octavia Pollo MTeol dari Kantor Sinode GKST di Tentena.
Di akhir acara para pelayan se Klasis Kolonodale menerima bingkisan dari Pemda Morut, serta dari Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang. (*)







