SITARO-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kali ini, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas, S.E. merespons kondisi ambulance kabupaten yang sudah tidak layak jalan dengan memberikan kendaraan ambulance baru.
Ambulance baru ini akan digunakan untuk melayani masyarakat Sitaro yang membutuhkan rujukan medis ke rumah sakit di Manado.
Bupati mengatakan, dengan kendaraan yang lebih baik, diharapkan pasien dapat merasa lebih nyaman dan aman selama perjalanan.
- Gerak Cepat Pemprov Sulut Antisipasi Kebakaran Hutan di Gunung Soputan, Lintas Instansi Dikerahkan
- Joune Ganda Jadikan Disiplin Polisi Cilik sebagai Cermin Kinerja ASN pada Parade HUT RI ke-81
- Reses Irene Golda Pinontoan Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Mendorong Pembangunan Kota Manado
“Kami memahami pentingnya akses kesehatan yang memadai bagi masyarakat. Kehadiran ambulance baru ini merupakan bentuk perhatian kami agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, khususnya dalam proses rujukan ke rumah sakit di Manado.” tutur Kalangit.
Lebih lanjut, Wakil Bupati, berharap, kedepan pasien sudah bisa ditangani di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke Manado.
“Selain menyediakan ambulance baru, kami juga berupaya meningkatkan kapasitas rumah sakit di Sitaro. Harapannya, ke depan lebih banyak pasien yang bisa ditangani di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke Manado.” ucap Makainas.
Meski demikian, Pemerintah kabupaten juga berencana meningkatkan status Rumah Sakit Daerah di Siau dan Tagulandang agar dapat menjadi rumah sakit rujukan.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada fasilitas kesehatan di Manado sekaligus mempercepat penanganan pasien.
Upaya ini menunjukkan keseriusan pemimpin daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sitaro mengingat latar belakang pendidikan Bupati Sitaro di bidang pelayanan kesehatan.
“Semoga setiap langkah yang diambil membawa kebaikan bagi masyarakat Sitaro,” tutup Kalangit. (ighel)








