Jakarta-Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P.,bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Minsel menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).
Rakornas tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sekaligus penyampaian taklimat Presiden Republik Indonesia.
Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas Presiden melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Rakornas dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tersebut dilaksanakan dengan mendasari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029, serta bertujuan untuk memastikan agar program prioritas Presiden dapat diimplementasikan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel.
- Manado Tuan Rumah Rakernas PGIW-SAG 2026, Wawali Richard Sualang: Siap Sambut Peserta dengan Kebersamaan dan Keramahan
- Terkait Sulut Peringkat 1 Indikator NEET, Magdalena Wulur: Perlu Dipahami Secara Proposional, Agar Tidak Timbul Persepsi Keliru di Masyarakat
- Semangat HUT ke-81 RI, YBM PLN Penyalur Bantuan Bagi Korban Banjir dan Longsor di Tamako
Melalui keikutsertaan pada Rakornas ini, ditegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah pusat serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh sekitar 4.487 peserta dan menjadi bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 sebagai penguatan kolaborasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. (*Onal_M)








