Bolmong-Penjabat Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Ir. Limi Mokodompit, M.M, menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Ikhlas Desa Bumbung, Kecamatan Lolak, Jumat, (7/04/2023) malam.
Dalam sambutannya, Bupati Limi mengatakan, malam Nuzulul Qur’an bisa dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri.

Sebagai manusia, kata Bupati Limi tentunya tidak luput dari segala perkara khilaf dan salah. Maka, di bulan suci ini bupati mengajak masyarakat Bolmong, khususnya warga Desa Bumbung untuk membenahi diri dengan cara introspeksi.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
“Mari kita sama-sama kita introspeksi diri, agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepan, dan semoga Allah SWT memberikan rahmatnya kepada kita semua,” ujar Bupati Limi.

Bupati Limi juga berharap malam peringatan Nuzulul Quran bukan hanya sekadar dijadikan simbol untuk memperingati turunnya ayat suci Alquran, akan tetapi dijadikan momentum kebangkitan bagi umat Islam dan saling berbagi.
“Terlebih, bulan Ramadhan merupakan bulan pengampunan, bulan yang penuh berkah dan momen untuk saling memaafkan sesama umat muslim.” Ucap Bupati Limi.

Selain itu, Bupati Limi juga meminta dukungan kepada masyarakat agar dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bolmong, demi tercapainya program pembangunan di daerah.
“Saya meminta dukungan, dari seluruh lapisan masyarakat, para tokoh adat, pemuka agama, tokoh pemuda, dan tokoh politik. Karena tanpa dukungan semua pihak, pemerintah tidak mungkin bisa bekerja maksimal, ” terang Bupati Limi.

Hadir turut mendampingi Bupati diantaranya yakni, Ketua TP PKK Bolmong, para pejabat OPD, Ketua KNPI Bolmong Feramitha Tiffany Mokodompit, S.M., MBA., Ketua Fraksi PKB DPRD Bolmong, Supandri Damogalad, Ketua MUI Bolmong, Salaiman Amba, Forkompicam, serta jamaah dan masyarakat desa Bumbung. (*/Advetorial)











