Minsel-Diduga adanya konspirasi politik yang terjadi antara Pejabat Hukum Tua Desa Popontolen dengan pimpinan salah satu perusahaan Tepung Kelapa di Desa Lelema berimbas pada sejumlah karyawan.
Pejabat Hukum Tua Desa Popontolen Ferry Pangala secara transparan melakukan pertemuan dengan pimpinan perusahan tepung kelapa di kediaman salah satu Caleg dari partai PDI-P di bilangan Jalan Trans Sulawesi.
Pimpinan tersebut diketahui juga salah satu caleg di salah satu daerah di Sulawesi Utara.
Dengan adanya pertemuan tersebut, diduga terjadi konspirasi politik antara Pejabat Hukum Tua yang juga adalah Kabid di Dinas DLH Minsel,berimbas terhadap karyawan yang ada di perusahan tepung kelapa tersebut.
- Gubernur Yulius Instruksikan Jajaran Perkuat Antisipasi El Nino, Katahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi
- Cegah Karhutla Meluas, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Gubernur Yulius Paparkan Perubahan KUA-PPAS 2026, Fokus Pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
Menurut sumber yang tidak mau namanya di sebut (red) kepada wartawan media ini mengatakan bahwa saat ini karyawan yang ada di perusahan tepung kelapa tersebut diarahkan untuk memilih Caleg salah satu partai yaitu partai PDI-P, lebih parah lagi manajemen memerintahkan untuk memilih caleg “Turangga”.
“Manajemen menyuruh seluruh karyawan untuk memilih caleg dari partai PDI-P dan diharuskan” Ucap sumber tersebut. (*/onal M)







