Morut-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, membuka secara resmi kegiatan pertemuan evaluasi intervensi stunting Kabupaten Morut Tahun 2024, di Aula Hotel Bougenville Kolonodale Kamis (16/05/2024).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Morut.
Tujuan utama dari pertemuan ini, tidak lain untuk meningkatkan kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di bumi tepo asa aroa tercinta.
Berdasarkan hasil Survey kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia di 2023 berada pada angka 21, 5 persen.
- Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen Ucapkan Selamat HUT Ke-81 RI : Mengajak Masyarakat Untuk Terus Menjaga Semangat Kemerdekaan
- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Gelar Uapacara Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Di Lapangan Gelora Santiago Tahuna
- Peringati HUT RI ke 81, DPC PDIP Kota Bitung Gelar Berbagai Lomba di Kediaman Mantiri Tangkudung
Kata dia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri menargetkan angka stunting di Indonesia turun hingga 14 persen.
Wabup Djira, yang juga Ketua TPPS Morut, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota TPPS yang bersedia hadir, untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga tidak lupa berterima kasih kepada Dr Sirajudin SP MKes RD dari Kementrian Kesehatan RI dan Poltekkes Makassar, selaku narasumber yang hadir untuk menyampaikan materi dan memberikan wawasan, serta ilmu kepada para anggota TPPS yang ada.
Wabup Djira, berharap seluruh tahapan yang dilaksanakan, mulai dari perencanaan sampai dengan rencana tindak lanjut, bisa dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing OPD yang masuk dalam TPPS Morut.
“Ini bentuk tanggung jawab sosial dan tanggung jawab kemanusiaan bagi masyarakat yang ada di Morut,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappelitbangda Morut, Gerzom Tandi ST MEng, Kadinkesda Morut, Drs Romelius Sapara, sejumlah Pimpinan OPD terkait dijajaran Pemda Morut, serta tamu undangan lainnya. (Diskominfo/NAL)








